TIGA (3) ISI KANDUNGAN AL-QUR'AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 1-20
TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENANGGAPI AL-QUR’AN
1. GOLONGAN MU’MIN
الۤمّۤ ۚ ١ ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى
لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ٢ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ
الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ ٣ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ
بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ
يُوْقِنُوْنَۗ ٤ اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ
الْمُفْلِحُوْنَ ٥
1.
Alif Lām Mīm.4)
2.
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada
keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,
3.
(yaitu) orang-orang yang beriman
pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka,
4.
dan mereka yang beriman pada
(Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci)
yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
5.
Merekalah yang mendapat petunjuk
dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
2. GOLONGAN
KAFIR
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ
لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ٦ خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى
سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ࣖ ٧
6.
Sesungguhnya orang-orang yang kufur
itu sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau
tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
7.
Allah telah mengunci hati dan
pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab
yang sangat berat.
Allah
Swt. telah mengunci hati dan telinga orang kafir sehingga nasihat atau hidayah
tidak bisa masuk ke dalam hatinya.
3. GOLONGAN
MUNAFIK
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ
الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ ٨ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ ٩ فِيْ
قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ
بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ ١٠ وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى
الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ ١١ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ
الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ ١٢ وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا
كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ كَمَآ اٰمَنَ السُّفَهَاۤءُ ۗ
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاۤءُ وَلٰكِنْ لَّا يَعْلَمُوْنَ ١٣ وَاِذَا
لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّا ۚ وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى
شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ ۙاِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ ١٤
اَللّٰهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ ١٥
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰىۖ فَمَا رَبِحَتْ
تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ ١٦ مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى
اسْتَوْقَدَ نَارًا ۚ فَلَمَّآ اَضَاۤءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ
بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ ١٧ صُمٌّ ۢ بُكْمٌ
عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَۙ ١٨ اَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ فِيْهِ
ظُلُمٰتٌ وَّرَعْدٌ وَّبَرْقٌۚ يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ
مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِۗ وَاللّٰهُ مُحِيْطٌۢ بِالْكٰفِرِيْنَ ١٩
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا
فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ
بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ ٢٠
8.
Di antara manusia ada yang berkata,
“Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu
bukanlah orang-orang yang mukmin.
9.
Mereka menipu Allah dan orang-orang
yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
10.
Dalam hati mereka ada penyakit,6)
lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih
karena mereka selalu berdusta.
11.
Penyakit hati yang dimaksud adalah
keraguan tentang kebenaran agama Islam, kemunafikan, atau kebencian terhadap
kenabian Rasulullah saw.
Apabila
dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,”7) mereka
menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.”
12.
Di antara bentuk kerusakan di atas
bumi adalah kekufuran, kemaksiatan, menyebarkan rahasia orang mukmin, dan
memberikan loyalitas kepada orang kafir. Melanggar nilai-nilai yang ditetapkan
agama akan mengakibatkan alam ini rusak, bahkan hancur.Ingatlah, sesungguhnya
merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
13.
Apabila dikatakan kepada mereka,
“Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman,” mereka menjawab,
“Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang picik akalnya itu beriman?”
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang picik akalnya, tetapi
mereka tidak tahu.
14.
Apabila mereka berjumpa dengan
orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Akan tetapi apabila
mereka menyendiri dengan setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata,
“Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya pengolok-olok.”
15.
Allah akan memperolok-olokkan dan
membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
16.
Mereka itulah orang-orang yang
membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka, tidaklah beruntung perniagaannya dan
mereka bukanlah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
17.
Perumpamaan mereka seperti orang
yang menyalakan api. Setelah (api itu) menerangi sekelilingnya, Allah
melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam
kegelapan, tidak dapat melihat.
18.
(Mereka) tuli, bisu, lagi buta,
sehingga mereka tidak dapat kembali.
19.
Atau, seperti (orang yang ditimpa)
hujan lebat dari langit yang disertai berbagai kegelapan, petir, dan kilat.
Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya (untuk menghindari) suara petir
itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir. Maksudnya adalah
bahwa pengetahuan dan kekuasaan Allah Swt. meliputi orang-orang kafir.
20. Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Komentar
Posting Komentar