ISI KANDUNGAN SURAT AL-BAQOROH AYAT 21-39
Ayat
21-39
KEESAAN
DAN KEKUASAAN ALLAH
Perintah
menyembah Tuhan Yang Maha Esa
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ
اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ٢١ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا
وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ
مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا
وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٢٢
21. Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu
yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu
bertakwa.
22. (Dialah) yang menjadikan bagimu
bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air
(hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan
sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan
tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Tantangan
Kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ
رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ
ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٢٣
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ
وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ ٢٤
23. Jika kamu (tetap) dalam keraguan
tentang apa (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad),
buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu
selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
24. Jika kamu tidak (mampu)
membuat(-nya) dan (pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(-nya), takutlah pada
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi
orang-orang kafir.
Balasan
terhadap orang-orang yang beriman
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا
الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا
هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ
فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٢٥
25. Sampaikanlah kabar gembira kepada
orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan)
surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki
buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami
sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka
(memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.
Perumpamaan-Perumpamaan
dalam Al-Qur’an dan Hikmahnya
۞
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا
فَوْقَهَا ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ
رَّبِّهِمْ ۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ
اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًا ۗ
وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ ٢٦ الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ
اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ
يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ٢٧
26 . Sesungguhnya Allah tidak segan
membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu.9)
Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya.
Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan
ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya.10)
Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang
Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik,11)
9) Makhluk yang kecil yang dikira lemah, seperti nyamuk, semut, lebah,
laba-laba, atau lainnya, sebenarnya banyak menyimpan hikmah untuk menjadi
pelajaran bagi manusia.
10) Seseorang menjadi sesat karena keingkarannya dan tidak mau memahami
petunjuk-petunjuk Allah Swt. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa mereka ingkar dan
tidak mau memahami mengapa Allah Swt. menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan.
Akibatnya, mereka menjadi sesat.
11) Orang fasik adalah orang yang melanggar ketentuan-ketentuan agama,
baik dengan ucapan maupun perbuatan.
27. (yaitu) orang-orang yang melanggar
perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang
diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di
bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
Bukti-bukti
kekuasaan Allah
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ
بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ
يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٢٨ هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا
فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ
سَمٰوٰتٍ ۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ ٢٩
28. Bagaimana kamu ingkar kepada Allah,
padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan
mematikan kamu, Dia akan menghidupkan kamu kembali, dan kepada-Nyalah kamu
dikembalikan?
29. Dialah (Allah) yang menciptakan
segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia
menyempurnakannya menjadi tujuh langit.12) Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu.
12) Langit yang bermakna ruang di luar bumi dengan
segala isinya (bulan, planet, komet, bintang, galaksi) yang jumlahnya tidak
berhingga (disimbolkan dengan ungkapan tujuh langit) sesungguhnya terus
berevolusi. Banyak bintang yang mati, namun banyak juga bintang yang lahir.
Adapun yang dimaksud dengan menyempurnakan adalah terus berlangsungnya proses
pembentukan bintang-bintang baru sejak pembentukan alam semesta.
Penetapan
manusia sebagai Kholifah di muka bumi
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ
لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا
اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا
تَعْلَمُوْنَ ٣٠ وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى
الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ
صٰدِقِيْنَ ٣١ قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا
ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ ٣٢ قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ
بِاَسْمَاۤىِٕهِمْ ۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۙ قَالَ اَلَمْ
اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَاَعْلَمُ مَا
تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ ٣٣ وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ
اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ
وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ ٣٤ وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ
وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ
فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ٣٥ فَاَزَلَّهُمَا الشَّيْطٰنُ عَنْهَا
فَاَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ
عَدُوٌّ ۚ وَلَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ ٣٦
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ
التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٣٧ قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا
يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ
وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٣٨ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ࣖ ٣٩
30. (Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah13)
di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak
dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan
menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui.”
13) Dalam Al-Qur’an, kata khalīfah memiliki makna ‘pengganti’, ‘pemimpin’, ‘penguasa’, atau ‘pengelola alam semesta’.
31.
Dia mengajarkan kepada Adam
nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para
malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu
benar!”
32.
Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau.
Tidak ada pengetahuan bagi kami, selain yang telah Engkau ajarkan kepada kami.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
33. Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam,
beri tahukanlah kepada mereka nama-nama benda itu!” Setelah dia (Adam)
menyebutkan nama-nama itu, Dia berfirman, “Bukankah telah Kukatakan kepadamu
bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu
nyatakan dan apa yang selalu kamu sembunyikan?”
34.
(Ingatlah) ketika Kami berfirman
kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud,
kecuali Iblis.14) Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia
termasuk golongan kafir.
14) Iblis, sebagaimana
malaikat, juga menerima perintah dari Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis
berasal dari golongan jin.
35. Kami berfirman, “Wahai Adam,
tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai
makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini,15)
sehingga kamu termasuk orang-orang zalim!”16)
15) Setan menipu Nabi Adam a.s. bahwa siapa yang
memakan buah pohon itu akan kekal di dalam surga (lihat surah Ṭāhā/20: 120).
16) Yaitu orang yang berbuat aniaya yang mengakibatkan
kerugian bagi dirinya sendiri atau orang lain.
36.
Lalu, setan menggelincirkan
keduanya darinya17) sehingga keduanya dikeluarkan dari segala
kenikmatan ketika keduanya ada di sana (surga). Kami berfirman, “Turunlah kamu!
Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal
dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.”
17) Nabi Adam a.s. dan
Hawa memakan buah pohon yang dilarang itu sehingga diusir Allah Swt. dari surga
dan diturunkan ke dunia.
37. Kemudian, Adam menerima beberapa
kalimat18) dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
18) Yang dimaksud
dengan beberapa kalimat pada ayat ini adalah ucapan untuk memohon ampunan
(tobat) dari Allah Swt., seperti disebut dalam surah al-A‘rāf/7: 23.
38. Kami berfirman, “Turunlah kamu
semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa
saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan
mereka pun tidak bersedih hati.”
39. (Sementara itu,) orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
Komentar
Posting Komentar